LOKER TAMATAN SMA/SMKemail : admin@pekanbaruku.com

TENTANG KOTA PEKANBARU

KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

pekanbaruku.com – Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota besar di indonesia dengan perkembangan dan kemajuan daerah yang sangat pesat, baik di bidang ekonomi, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan penduduk, pendidikan, sosial budaya dan bidang lainnya.

Pekanbaru adalah ibu kota provinsi riau yang terkenal dengan kekayaan buminya yang sangat besar dan berlimpah, letaknya yang sangat strategis serta penduduknya yang beragam.

SEJARAH SINGKAT PEKANBARU

Jauh sebelum kita mengenal nama pekanbaru dan menjadi kota besar yang berkembang sangat pesat seperti saat ini, pekanbaru merupakan kawasan kecil yang berada di tepian muara sungai siak, kawasan ini pada awalnya hanyalah sebagai persinggahan para pedagang – pedagang yang memanfaatkan sungai siak sebagai jalur transportasi yang utama pada saat itu.

Kawasan ini merupakan bagian dari wilayah kerajaan siak sri indrapura yang disebut dusun payung sekaki, dusun payung sekaki di huni oleh penduduk asli suku senapelan, sehingga nama senapelan lebih di kenal pada saat itu.

Posisi senapelan yang berada di tepian muara sungai siak serta memiliki posisi yang sangat strategis untuk lalu lintas jalur perdagangan ke banyak daerah, menjadikan senapelan sebagai tempat persinggahan yang berkembang pesat, seiring berjalannya waktu kawasan senapelan menjadi pemukiman yang ramai dan daerahnya berkembang menjadi luas.

Melihat potensi kawasan senapelan yang sangat menguntungkan, Sultan Abdul Jalil Almudin Syah sebagai sultan siak saat itu akhirnya mendirikan istana di senapelan (berada disekitar masjid raya pekanbaru saat ini) dan juga mendirikan sebuah pasar atau disebut pekan untuk mengembangkan perekonomian penduduk, namun pekan tersebut tidak berkembang yang kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali yang dikenal dengan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah.

Dibawah kepemimpinan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah Pasar atau pekan ini akhirnya berkembang pesat menjadi pusat perekonomian penduduk, Lalu berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar) pada hari Selasa tanggal 21 Rajah 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M, nama Senapelan kemudian diganti menjadi “Pekan Baharu” atau Pasar yang baru yang selanjutnya tanggal 23 Juni diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Semenjak itu sebutan Senapelan sudah mulai ditinggalkan dan mulai populer sebutan “PEKAN BAHARU”, yang kemudian dalam bahasa kesehariannya disebut PEKANBARU


KONDISI GEOGRAFIS PEKANBARU

Jika kita melihat peta, Kota Pekanbaru terletak pada posisi yang sangat strategis, berada di jantung pulau sumatra dan berbatasan langsung dengan daerah – daerah lainnya seperti sumatra barat, sumatra utara, dan jambi menjadikan kota pekanbaru sebagai jalur atau pusat lalu lintas antar daerah di sumatra.

  • Luas daerah 632,26 KM2
  • Koordinat : 101° 14’ – 101° 34’ Bujur Timur dan 0° 25’ – 0° 45’ Lintang Utara
  • Ketinggian berkisar antara 5 – 50 meter di atas permukaan laut
  • Iklim Tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34.1 °C hingga 35.6 °C, dan suhu minimum antara 20.2 °C hingga 23.0 °C
  • Tanah relatif datar dengan struktur tanah pada umumnya berjenis aluvial dengan pasir, pinggiran kota umumnya struktur tanah berjenis organosol dan humus merupakan rawa-rawa yang bersifat asam
  • Batas – batas daerah :
    • Sebelah utara : Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar
    • Sebelah selatan : Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan
    • Sebelah Timur : Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan
    • Sebelah Barat : Kabupaten Kampar
  • Jarak kota dengan daerah lainnya :
    • Taluk = 118 km
    • Rengat = 159 km
    • Tembilahan = 213,5 km
    • Pkl. KerInci = 33,5 km
    • Siak = 74,5 km
    • BangkInang = 51 km
    • Ps. Pengaraian = 132,5 km
    • Bengkalis = 128 km
    • Bagan = 192,5 km
    • Dumai = 125 km
    • Selat Panjang = 141 km

PEMERINTAHAN DAN ADMINISTRATIF DI PEKANBARU

Kota Pekanbaru adalah ibu kota dari provinsi riau, sebagai daerah otonom pekanbaru memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahannya secara mandiri, dengan tujuan agar mampu mempercepat pembangunan dan perkembangan daerah.

Kota Pekanbaru di pimpin oleh seorang walikota yang di bantu oleh satuan kerja perangkat daerah ( sekarang opd = organisasi perangkat daerah ) yang terdiri dari sekretariat, dinas, badan dan kantor untuk mengurus segala urusan pemerintahan sesuai bidangnya.

Berikut daftar organisasi perangkat daerah di pekanbaru

  1. Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru
  2. Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru
  3. Inspektorat Daerah Kota Pekanbaru
  4. Dinas Pendidikan (Disdik)
  5. Dinas Kesehatan (Diskes)
  6. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
  7. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
  8. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
  9. Dinas Sosial (Dinsos)
  10. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)
  11. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)
  12. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)
  13. Dinas Pangan
  14. Dinas Pertanahan
  15. Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
  16. Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  17. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
  18. Dinas Perhubungan
  19. Dinas Komunikasi, Informatika, Stasistika dan Persandian
  20. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
  21. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  22. Dinas Pemuda dan Olahraga
  23. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  24. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
  25. Dinas Pertanian dan Perikanan
  26. Dinas Perdagangan dan Perindustrian
  27. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
  28. Badan Perencanaan Pembanguanan (Bappeda)
  29. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)
  30. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)
  31. Badan Pendapatan Daerah
  32. Kecamatan Bukit Raya
  33. Kecamatan Marpoyan Damai
  34. Kecamatan Payung Sekaki
  35. Kecamatan Rumbai
  36. Kecamatan Rumbai Pesisir
  37. Kecamatan Tampan
  38. Kecamatan Tenanyan Raya
  39. Kecamatan Limapuluh
  40. Kecamatan Pekanbaru Kota
  41. Kecamatan Senapelan
  42. Kecamatan Sukajadi
  43. Kecamatan Sail

BACA JUGA :

KECAMATAN DAN KELURAHAN DI PEKANBARU

ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI PEKANBARU

DAFTAR WALIKOTA DI PEKANBARU


KEPENDUDUKAN KOTA PEKANBARU

Penduduk Kota Pekanbaru tahun 2016 sebanyak 1.064.566 jiwa, dengan angka sex ratio (rasio jenis kelamin) sebesar 105 yang berarti terdapat sekitar 105 laki-laki pada setiap 100 perempuan. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Tampan, yaitu sebanyak 269.062 jiwa (25,27 persen), sedangkan yang terendah terdapat di Kecamatan Sail, yaitu sebanyak 21.479 jiwa (2,02 persen). Laju pertumbuhan penduduk Kota Pekanbaru sebesar 2,55 persen pada tahun 2016 lebih rendah dibanding tahun 2015 yaitu sebesar 2,63 persen.

Berdasarkan kelompok umur, penduduk Kota Pekanbaru didominasi oleh penduduk usia produktif, yaitu penduduk dengan usia 15-64 tahun sebesar 70,06 persen. Sedangkan penduduk kelompok umur 0- 14 tahun sebesar 27,29 persen dan penduduk berusia 65 tahun ke atas sebesar 2,65 persen.

Kepadatan penduduk di Kota Pekanbaru sebesar 1.684 jiwa/km2 . Kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Sukajadi sebesar 12.597 jiwa/km2 dengan luas 0,59 persen dari wilayah Kota Pekanbaru. Sedangkan Kecamatan Rumbai Pesisir dengan luas 24,88 persen dari wilayah Kota Pekanbaru memiliki kepadatan penduduk terendah, yaitu hanya 461 jiwa/km2 .

Kota Pekanbaru merupakan daerah dengan penduduknya yang heterogen, beragam penduduk dengan berbagai suku dapat di jumpai di kota pekanbaru, antara lain suku melayu, suku minangkabau, suku jawa, suku batak, suku bugis, suku tiongha dan lainnya.


PENDIDIKAN DI PEKANBARU

sekolah di pekanbaru

Penduduk Kota Pekanbaru memiliki tingkat partisipasi pendidikan yang cukup baik. Ini dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk usia 7-12 tahun (usia ideal menduduki bangku SD) yang mencapai 98,5 dan APS penduduk usia 13-15 tahun (usia ideal menduduki bangku SLTP) yang mencapai 95,8.

Sementara itu pada penduduk usia 16-18 tahun (usia ideal menduduki bangku SLTA) partisipasi sekolahnya masih relatif rendah hanya 83 persen. Kualitas di bidang pendidikan dapat dilihat dari angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.

Berdasarkan IPM Metode Baru, Angka Harapan Lama Sekolah Kota Pekanbaru tahun 2016 sebesar 14,87. Diharapkan anak pada umur tertentu akan merasakan sekolah selama hampir 15 tahun atau sudah duduk pada bangku kuliah semester 5. Rata-rata lama sekolah di kota Pekanbaru tahun 2016 sebesar 11,20 yang berarti bahwa secara rata-rata penduduk Kota Pekanbaru sudah bersekolah selama 11 tahun (sampai kelas 2 SLTA).

Pendidikan yang ditamatkan penduduk berusia 15 tahun ke atas di Kota Pekanbaru tahun 2016 terdiri atas SD sebesar 16,09 persen, SLTP sebesar 16,66 persen, SLTA sebesar 42,82 persen, DI/DII/DIII sebesar 5,15 persen, universitas sebesar 13,93 persen dan tidak memiliki ijazah sebesar 5,35 persen.

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat keberhasilan bidang pendidikan adalah tingkat buta huruf. Angka buta huruf secara keseluruhan di Kota Pekanbaru relatif meningkat sedikit dari 0,13 persen tahun 2015 menjadi 0,17 persen pada tahun 2016. Ini menandakan masih ada tanggung jawab Pemerintah untuk menurunkan angka buta huruf tersebut dengan program pendidikan yang lebih intensif.


KESEHATAN DI PEKANBARU

rumah sakit di pekanbaru

Persentase tertinggi penolong kelahiran terakhir di Kota Pekanbaru di lakukan oleh dokter/bidan/tenaga medis lainnya sebanyak 98 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penduduk di bidang kesehatan cukup tinggi dengan memahami pentingnya keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan.

Sementara itu, balita yang proses kelahirannya di tolong oleh dukun bersalin 2 persen. Sarana dan prasarana kesehatan dari tahun ke tahun senantiasa terus ditingkatkan untuk menunjang kehidupan yang lebih sejahtera bagi warga. Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, pada tahun 2016 terdapat 30 rumah sakit, 20 puskesmas dan puskesmas pembantu, serta 174 balai pengobatan yang tersebar di Kota Pekanbaru.

Tenaga kesehatan yang ada juga semakin lengkap. Tercatat ada 5.369 tenaga medis diantaranya 854 dokter spesialis, 435 dokter umum, 135 dokter gigi, 954 bidan, 2.938 perawat, dan 53 perawat gigi. Indikator lain yang terkait dengan kesehatan masyarakat yaitu tingkat keluhan penduduk terhadap kesehatan.

Berdasarkan hasil Susenas 2016, 33,12 persen penduduk laki-laki dan 33,87 persen penduduk perempuan mengalami keluhan kesehatan . Secara keseluruhan 33,49 persen penduduk kota Pekanbaru mengalami keluhan kesehatan.


PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI PEKANBARU

Kota Pekanbaru bukan merupakan kota pertanian dimana hasil pertanian yang dihasilkan pun belum mencukupi untuk kebutuhan sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan bahan tanaman pangan harus didatangkan dari luar daerah.

Pada tahun 2016 produksi tanaman sayuran dengan komoditas cabe besar dengan nilai produksi paling tinggi sebanyak 1.170,4 ton, di urutan kedua terong sebanyak 1.365 ton kemudian petai sebanyak 1.152 ton, kacang panjang 690 ton, cabe rawit 568 ton dan bawang merah 360 ton.

Untuk komoditi buah-buahan, tiga yang tertinggi produksinya adalah durian (4.513,6 kuintal), nenas (2.462,5 kuintal) dan nangka (2.410,2 kuintal).

Selama tahun 2016, tercatat 15.583 ekor sapi, 731 ekor kerbau, 10.174 ekor kambing dan 2.262 ekor babi yang dipotong di Rumah Potong Hewan Kota Pekanbaru.

Untuk produksi unggas, tercatat sebanyak 6.846.043 ekor ayam ras pedaging, 211.623 ekor ayam kampung dan 5.699 ekor itik manila. Untuk produksi ikan di perairan umum , produksi terbesar yakni ikan baung (20,9 ton), juara (19,5 ton), dan rasau/lukas (17,6 ton).

Pertanian Ubi Kayu memiliki nilai produksi tertinggi dibandingkan tanaman palawija lainnya (12.674 ton)m Produksi padi pada tahun 2016 sebanyak 16 ton dan Populasi ternak sapi pada tahun 2016 sebanyak 1.365 ekor.


ENERGI DAN AIR MINUM

Listrik memegang peranan yang sangat vital sebagai sumber penerangan dan energi lainnya bagi rumah tangga maupun industri. Total produksi listrik tahun 2016 sebesar 1.908.887.924 kwh.

Dari jumlah tersebut, rumah tangga merupakan pengguna listrik terbanyak sebesar 88,2 persen, diikuti oleh bisnis 10,16 persen, pabrik 0,03 persen, fasilitas sosial 1,2 persen, penerangan jalan 0,2 persen, dan kantor pemerintah 0,21 persen.

Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi warga. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum. Jumlah pelanggan dan jumlah air yang disalurkan pada tahun 2016 sebanyak 12.236 pelanggan dan 2.142.761 m3 air.

Dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya terus mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan sebagian besar warga lebih memilih menggunakan air isi ulang dan air tanah (sumur bor) sebagai sumber air bersih sehari-hari.


INDUSTRI DI PEKANBARU

Industri kecil di Kota Pekanbaru pada tahun 2015 tercatat sebanyak 137 unit usaha yang dapat menyerap 1.067 tenaga kerja dengan total investasi lebih dari 24 milyar rupiah.

Jumlah industri kecil lebih banyak dibanding tahun 2014, di sisi lain terjadi penurunan tenaga kerja (turun 28,87 persen) dan nilai investasi (turun 57,81 persen). Industri kecil terbanyak terdapat di Kecamatan Payung Sekaki yaitu sebanyak 39 unit usaha kecil.

Sedangkan Kecamatan Sail memiliki paling sedikit usaha kecil (1 unit). Pada tahun 2015, perusahaan industri besar dan sedang tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru, kecuali di Kecamatan Bukit Raya dan Sail.

Perusahaan industri besar dan sedang paling banyak terdapat di Kecamatan Marpoyan Damai, yaitu 4 perusahaan sedangkan di Kecamatan Tampan, Tenayan Raya dan Limapuluh hanya terdapat 1 perusahaan industri besar dan sedang.

Dalam perekonomian Kota Pekanbaru, industri pengolahan memiliki andil cukup besar yaitu 19,93 persen yang merupakan penyumbang ke 3 terbesar setelah sektor konstruksi dan sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor.

Secara keseluruhan, laju pertumbuhan sektor industri pengolahan pada tahun 2016 yaitu 6,87 persen dan sedikit mengalami perlambatan dibanding tahun 2015.


WISATA DI PEKANBARU

wisata di pekanbaru

 

Kota Pekanbaru cukup menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Wisatawan yang berkunjung ke Kota Pekanbaru sebanyak 24.904 orang pada tahun 2016, bertambah dibanding tahun 2015 yang mencapai 24.399 orang. Sebanyak 81,38 persen pengunjung merupakan wisatawan dari ASEAN, 9,38 persen dari ASIA, 1,52 persen dari Amerika, 2,06 persen dari Eropa, 1,22 persen dari Australia, dan 4,44 persen dari bangsa lainnya.


TRANSPORTASI DI PEKANBARU

Kondisi geografis Kota Pekanbaru yang berupa dataran rendah menjadikan sarana transportasi darat sebagai sarana transportasi utama.

Pada tahun 2016 tercatat total panjang jalan di Kota Pekanbaru sebesar 2.872,92 km yang terbagi sekitar 53,73 persen sudah diaspal, 10,45 persen permukaan kerikil, 35,71 persen permukaan tanah, dan 0,11persen permukaan cor beton.

Berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, pada tahun 2016 terdapat 457.362 kendaraan yang terdaftar. Sementara itu jumlah Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dikeluarkan tahun 2016 sebanyak 70.151 terdiri dari 31.931 SIM A, 3.059 SIM B.I, 987 SIM B.II, 43.510 SIM C dan 5 SIM D.

Sarana transportasi publik berupa angkutan darat, air, dan udara tersedia di Kota Pekanbaru. Transportasi publik berupa angkutan darat yang tersedia terdiri dari 841 oplet, 11 bus, dan 75 bus Trans Metro yang melayani total 32 trayek/rute. Menurut catatan PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Pekanbaru, pada tahun 2015 terdapat 9.308 kunjungan kapal dalam negeri dan 1.432 kunjungan kapal luar negeri. Untuk angkutan udara, selama tahun 2016 tercatat sebanyak 17.146 pesawat datang dan 17.168 pesawat berangkat melalui Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II.


PERDAGANGAN DI PEKANBARU

pasar di pekanbaru

Perdagangan memiliki peranan penting terhadap sektor perekonomian Kota Pekanbaru. Sektor ini menjadi penyumbang terbesar kedua setelah sektor konstruksi dengan nilai kontribusi sebesar 29,60 persen.

Kondisi perdagangan mengalami perkembangan cukup baik ditandai dengan meningkatnya nilai PDRB di sektor Perdagangan Besar Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dari 24.520.354,90 juta rupiah di tahun 2015 menjadi 27.348.383,98 juta rupiah di tahun 2016.

Laju pertumbuhan di tahun 2016 (5,87 persen) lebih meningkat dibanding tahun 2015 (2,22 persen). Nilai ekspor Kota Pekanbaru sebesar 14.802.096 US$ turun 10,15 persen dibanding tahun sebelumnya dengan berat 66.543,29 ton.

Impor Kota Pekanbaru pada tahun 2016 sebesar 90.237.979 US$ dengan berat 112.479,57 ton. Impor kota Pekanbaru turun sebesar 8,49 persen dibanding tahun lalu.


Sumber :

BPS KOTA PEKANBARU

WEBSITE PEKANBARU.GO.ID

WIKIPEDIA

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.